( EXITING TRIP IN PANGANDARAN )
Berwisata ke Pangandaran sudah lama dirancang dan direncanakan. Dua bulan lalu saya, Oleh Ruhyana mengajak Pak Anan Baehaqi sama-sama aktivis peningkatan guru di Jawa Barat sering meninggalkan keluarga ke luar kota untuk melakukan pelatihan, fasilitator maupun kegiatan-kegiatan dalam rangka peningkatan kualitas guru pendidikan agama Islam di wilayah Jawa Barat.
Al hasil supaya lebih mendekatkan diri antar dua keluarga saya dari Bogor, dan Pak Anan dari Bandung merencanakan berwisata ke Pangandaran dengan mencari moment liburan sekolah yang tepatnya pada Hari Selasa-Rabu, 4-5 Januari 2009 dengan perhitungan sudah tidak terlalu padat dan tidak terlalu ramai, serta penginapan di sana sudah tidak terlalu mahal.
Walaupun jarak ke Pangandaran dari Bogor cukup melelahkan dan memakan waktu tempuh hampir 12 jam perjalanan saya sekeluarga cukup mengesankan dan indah. Pemandangan alam seperti Pangalengan, Cicalenga, Nagrek, Ciawi dan indahnya alam ciamis yang masih alami dan penuh dengan hijaunya sawah yang begitu mempesona.
Pesona hutan jati begitu masuk wilayah Pangandaran cukup mengesankan, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Pangandaran dan Pemerintah Daerah Ciamis yang masih menjaga hutan jati yang merupakan paru-paru dunia. Tetaplah terus dijaga dan dipertahankan bahkan bila perlu tempat-tempat yang gersang bisa ditanami hutan bakau sebagai penahan abrasi pantai yang akan terus menerus terjadi. Itu merupakan harta karun bagi dunia, dengan mempertahankan hutan dan menambah pepohonan artinya kita bersedekah kepada penduduk dunia dalam menjaga stabilitas alam. Kita bisa hidup berdampingan dengan hutan tanpa harus merusaknya.
Foto maen sepeda dan selamat dating di pantai Pangandaran
Begitu masuk kota Pangandaran disuguhkan dengan perkantoran dan bangunan yang dipersiapkan untuk menjadi Kabupaten Pangandaran. Okelah agar Pangandaran dan wilayah Ciamis bagian selatan lebih maju lagi saya setuju dengan dimekarkannya Kabupaten atau Kota Pangandaran, atau wilayah –wilayah bagian selatan lainnya sudah saatnya dimekarkan seperti Sukabumi Selatan sudah waktunya masyarakat Jampang Kulon, Surade, Ciemas, Saragaranten dan Bojong lopang menjadi Kabupaten Sukabumi Selatan , begitu pula wilayah Cianjur Selatan dan Garut Selatan, agar wilayah selatan tidak merasa dianaktirikan dalam pembangunan dan kemajuan bangsa ini. Kalo wilayah selatan maju, saya punya keyakinan SDA dan SDM di wilayah itu akan segera maju dan hasil-hasil panen yang selama ini tidak dapat diangkut ke kota akan mudah diakses.
Begitu masuk wilayah pantai Pangandaran sempat terkaget-kaget dan terharu, karena 15 tahun yang lalu bangunan dekat dengan pantai ternyata sekarang hancur luluh lantah bagaikan kota mati setelah terjadinya sunami pada tahun 2006, yang ada hanya reruntuhan bangunan yang belum dibangun kembali. Bangunan seperti rumah, vila dan hotel-hotel yang ada sekarang itu adalah bangunan baru setelah terjadinya sunami. Sunami yang membuat luluh lantah Aceh, ternyata dirasakan juga masyarakat Pangandaran, di sana saya menemukan kuburan masal sebagai bukti korban sunami pada saat itu cukup banyak dan membuat hati kita miris dan berduka. Hal itu tidak harus membuat kita takut dengan laut, akan tetapi Allah itu mengingatkan kita untuk selalu dekat dengannya. Dimanapun kita berada harus selalu ingat dengan-Nya, kita tidak perlu sombong, karena apa yang kita sombongkan wong ketika kita dilahirkan tidak membawa apa-apa dan ketika pulang ke Rahmatullah pun kita hanya kain kapan yang dibawa, itupun akan busuk dimakan rayap. Subhanallah.
Hikmah terjadinya sunami yang terlihat diantaranya tidak terdapatnya bangunan yang terlalu dekat dengan pantai, bibir pantai dibangun tembok setinggi kurang lebih satu meter untuk memecah ombak dan bangunan harus dibuat memiliki pondasi yang kuat. Kalau saya boleh mengusulkan kepada masyarakat sekitar pangandaran dan Pemda Ciamis selain tembok dapat ditanami pohon bakau supaya terlihat rindang, bisa menjadi tempat berteduh, akan terlihat indah dan kesejukan di sekitar pantai di siang hari akan terasa nikmat merasakan karunia Allah. Selain itu sosialisasi penangan sunami perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat sekitar dan kepada para pariwisata dengan tanda-tanda bila terjadinya sunami. Sekarang memang sudah ada, akan tetapi belum banyak ditemukan di sudut-sudut, karena perkiraaan alam sunami akan selalu dating kapan saja. Ibarat kata ,orang yang sukses adalah orang yang tahu bahwa ia akan gagal. Artinya jika kita tahu bahwa jika terjadi sunami ataupun yang lainnya kapan saja kita akan selalu siaga melihat apa ciri-ciri apabila akan terjadi sunami. Allah saja dalam menjadikan sesuatu ada prosesnya, seperti dalam menciptaan Adam, kenapa harus diciptakan dari tanah, bukan langsung saja dijadikan Adam saja, bukankah Tuhan itu maha kuasa? Proses itu yang sebagai tanda kepada kita sebagai manusia untuk ditadabbui (dipikirkan) menjadi manusia yang lebih dewasa dalam penanganan apapun.
Sunami Pangandaran yang terjadi di tahun 2006 itu kita jadikan pelajaran berharga dan membuat masyarakat kita menjadi dewasa. Yang belum saya temukan akses-akses yang jelas dimana titik-titik tempat yang aman bila terjadi sunami, misalnya tempat yang tinggi dan mudah dijangkau masyarakat sekitar bila terjadi sunami belum saya temukan,mungkin ini karena ketidaktahuan saya atau keterbatasan. Di tempat cagar alam terdapat tempat-tempat yang cukup tinggi akan tetapi akses menuju kesana tidak terlalu mudah, bila perlu dibuatkan pintu darurat. Atau dibuatkan tempat-tempat yang tinggi sebagai lapangan yang mudah diakses oleh masyarakat sekitar yang memudahkan bila terjadi sunami. Karena masyarakat sekitar apabila mendengar berita tentang gempa yang terjadi di Indonesia selalu was-was dan khawatir akan terjadi sunami.
Untuk petugas penjaga pantai saya mengucapkan terima kasih kepada Pemda Ciamis yang selalu melakukan patrol atau membuat petugas selalu siaga. Ini perlu dijaga dan ditambah terus jumlah petugasnya, agar para pengunjung yang datang ke Pangandaran merasa aman dan terlindungi ketika berada di pantai. Terutama di tempat-tempat yang aman untuk maen di pantai, berikan keterangan pantai ini aman untuk bermain. Bila ada pantai yang terjal diberikan keterangan tidak aman agar dapat menjaga keselamatan para wisatawan. Ini perlu dicontoh untuk Pemda Sukabumi yang terdapat pantai Pelabuan Ratu yang selalu makan korban dari waktu ke waktu.
Untuk masyarakat penjaja sewaan sepeda,motor atv , papan selancar dan sejenisnya saya mengucapkan banyak terima kasih. Kepercayaan akan barang sewaannya sangat tinggi dan nampaknya tidak khawatir barangnya hilang,murah dan mudah prosesnya. Ini perlu dijaga karakter dan budaya masyarakat seperti ini, karena akan membuat imej ramahnya penduduk Pangandaran, bila perlu ada tambahan beca sewaan yang kecil-kecil untuk anak-anak biar bisa mengayuh sepeda, karena kendaraan ini sehat untuk badan, tidak polusi, tidak boros karena tidak menggunakan BBM dan ramah lingkungan, dan daratan Pangandaran yang datar sangat mendukung untuk itu. Pilihan sepeda ada yang untuk seorang, dua orang, tiga orang pun di sini tersedia dan banyak persediannya akan membuat nyaman para wisatawan. Inilah yang menjadi pikiran saya, kalau ke Pangandaran tidak naik sepeda untuk tiga orang bahkan saya sekeluarga 4 orang dapat mengayuh sepeda menyusuri pantai dengan enjoy dan menikmati alam pantai. Coba anda dengan orang-orang yang anda cintai berjalan bersama sambil merasakan alam pantai akan dapat membangun inspirasi-inspirasi kemajuan yang sebelumnya belum terpikirkan.
Selain itu masih banyak ditemukan yang lain, seperti pernak-pernik hiasan laut, cendera mata, pakaian, ataupun yang lainnya, namun belum tertata secara rapi. Maksudnya untuk sentra kerajinan laut diatur dan berada di blok mana, untuk sentra ikan basah, sentra ikan kering, sentra buah-buahan, dan denah sentra-sentra tersebut ditata secara baik, sehingga memudahkan wisatawan yang akan berbelanja. Kalau ditata secara baik akan memudahkan wisatawan berbelanja, dan otomatis para penjual di sana akan naik omsetnya serta pemda pun akan menambah PAD nya. Oleh-oleh pun yang biasa sebagai kenang-kenangan pawa wisatawan kalau dipusatkan pada satu tempat tertentu akan mudah dicari.
Sebagai wisatawan sayapun dapat merasakan keindahan alam bawah laut, seperti terumbu karang, rumput laut dan ikan-ikan laut dapat dilihat dari atas perahu yang berada di pantai Timur Pangandaran tepatnya berada sebelah timur Cagar Alam. Disini ombaknya sangat kecil dan bersahaja, karena letaknya yang menjorok ke daratan dan lautnya terhalang pulau Nusakambangan, sehingga air laut tidak terlalu deras. Ini perlu dilestarikan agar anak cucu kita seribu tahun kemudian dapat juga merasakannya. Dibibir pantainya terdapat perahu-perahu sewaan, permainan jetski yang menantang nyali. Oke lah kalau bagitu.
Nah itu sekelumit perjalanan di Pangandaran, masih banyak kenangan-kenangan lain yang dapat dirasakan tetapi sulit untuk diungkapkan. Untuk masyarakat Pangandaran selamat berbenah kembali Pangandaran yang indah,nyaman,religius. Dengan peningkatan pelayanan dan kenyamanan akan mengundang banyak wisatawan yang berlibur di sana, masyarakat akan menambah penghasilan, Pemda pun akan menambah PADnya.
Dan tidak lupa sebagai insan pendidikan, Pendidikan di Pangandaran harus lebih ditingkatkan tentang kualitas hidup, pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan mutu pariwisata, pemberdayaan tentang hasil-hasil laut,pemberdayaan pengelolaan hasil tangkapan ikan, pemberdayaan oleh-oleh khas pangandaran serta masih banyak yang lainnya. Dengan meningkatkan pendidikan yang swasembada dan swakarya dalam pengelolaan peningkatan kualitas hidup akan dapat mensejahterakan masyarakat sekitar. Seperti batok kelapa yang mudah didapat disekitar pantai, akan menjadi barang berharga di tangan orang-orang terampil seperti kerajinan, hiasan dan sebagainya. Bukan di tangan orang-orang bodoh, batok kelapa tidak banyak mengandung manfaat paling-paling kalau tidak dibuang dijadikan bahan bakar. Padahal masih banyak manfaat yang lainnya yang lebih berharga.
Oleh Ruhyana,S.Ag/ Praktisi pendidikan dan Pemerhati pembangunan SDM Jawa Barat
Jumat, 08 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar